PENGKADERAN MAHASISWA BARU TAHUN ANGGARAN 2018
DI PROVINSI GORONTALO
pengaderan adalah proses yang keras dari segi fisik, karena berbeda dari sisi konteksnya. Dalam konteks kemahasiswaan yang notabene kaum akademisi, maka pola kaderisasi dapat diakulturasikan sesuai dengan tujuannya. Maka pengaderan menjadi hal yang sangat penting untuk menjadikan mahasiswa benar-benar menjadi individu yang posisi dan kapasitasnya sebagai mahasiswa. Bukannya menjadi mahasiswa yang apatis dan tidak peka terhadap fenomena-fenomena sosial yang ada disekitarnya. Ketidaktahuan akan menimbulkan kebuntuan berpikir dan bertindak.Prosesi pengaderan ini biasanya disesuaikan dengan kultur organisasi untuk meminimalisir adanya pergesekan-pergesekan ideologi antar aliran pemikiran. Nantinya setelah mahasiswa baru memiliki paradigmanya sendiri, maka dengan sendirinya pola-pola pemikiran tersebut akan berkembang menjadi lebih maju. Untuk itu kerjasama dari pihak birokrasi pun sangat diperlukan untuk bahu-membahu dengan lembaga kemahasiswaan dalam proses pengaderan mahasiswa baru. Peran Mahasiswa mahasiswa sebagai representasi dari rakyat yang intelek seharusnya bergerak menentang kebijakan tersebut sebagai konsekuensi dari sebuah negara yang menganut sistem demokrasi. Oleh karena iu, maka mahasiswa perlu disadarkan perannya melalui mekanisme pengaderan.Tahap-Tahap Pengaderan
Tahap penerimaan dimaksudkan agar seluruh mahasiswa baru atau calon kader dapat diterima secara resmi sebagai bagian dari keluarga mahasiswa (IMAPEN) dengan mekanisme penerimaan yang telah disah oleh KETUA PANITIA PENGKADERAN. Hal ini bertujuan agar terjadi ikatan kekeluargaan yang hangat antar anggota IMAPEN yang baru dengan anggota IMAEN yang lama. Tahap ini menjadi semacam tahap perkenalan dengan lingkungan sosial, kultur, dan fakultas tempat mahasiswa itu akan berproses.
- Tahap Penerimaan
Pada tahap ini, mahasiswa baru diarahkan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan latihan kepemimpinan pemula untuk melatih jiwa-jiwa pemimpin serta menjadi awal pembentukan karakter mahasiswa baru. Calon kader mulai dilibatkan sebagai peserta dalam berbagai pelatihan, pendidikan, diskusi, dan kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya mendidik, tentunya dengan tetap memperhatikan prioritas utama, yakni mendukung proses transformasi ilmu pengetahuan.
- Tahap Pengaderan Awal
Latihan kepemimpinan yang lebih intens dan progresif, pelibatan langsung mahasiswa baru atau calon kader dalam kegiatan-kegiatan kepanitiaan, serta menjadi penggerak kegiatan kemahasiswaan dimulai pada tahap ini. Pengenalan filsafat, pengajaran pola-pola kerja organisasi, dan pergerakan sosial serta metode pemecahan masalah pun diajarkan.
- Tahap Pengaderan Lanjutan
Pada tahap pengukuhan dan regenerasi, secara seremonial dilakukan pengukuhan dari calon kader menjadi kader yang siap mengisi posisi-posisi struktural dan fungsional organisasi. Hal ini ditandai dengan adanya pengalihan kekuasaan dalam lembaga kemahasiswaan dari pengurus lama ke pengurus baru, yang berarti berakhirnya masa jabatan pengurus lama.
- Tahap Pengukuhan dan Regenerasi
Tahap-tahap diatas mungkin telah dilalui seluruhnya, namun pengaderan tetap berlangsung selama menjadi mahasiswa. Baik itu untuk calon kader, kader baru, ataupun kader lama. Transformasi ilmu pengetahuan tidak berhenti hanya karena proses tersebut diatas telah dilewati, karena ilmu pengetahuan akan terus berkembang mengikuti zaman, dan pendidikan harus terus berjalan.BY: MABY LATEX YTH.
BY: MABY LATEX YTH.



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar